Hits: 0
Sebelum naik ke surga, Yesus memerintahkan murid-murid untuk tidak langsung memulai pelayanan, melainkan menunggu janji Bapa, yaitu baptisan Roh Kudus (Kis. 1:5). Gereja mula-mula dimulai bukan dengan kemampuan, uang, atau strategi manusia, tetapi dengan doa dan penantian akan Roh Kudus. Pada hari Pentakosta, Roh Kudus turun seperti tiupan angin keras dan lidah-lidah api, lalu para murid dipenuhi Roh Kudus. Dari peristiwa ini kita belajar bahwa gereja harus dipenuhi Roh Kudus sebelum melakukan pelayanan.
- Roh Kudus memperlengkapi gereja
Para murid yang sederhana dan tidak berpendidikan mampu berbicara dalam berbagai bahasa oleh kuasa Roh Kudus. Ini menunjukkan bahwa pekerjaan Tuhan tidak bergantung pada kemampuan manusia, tetapi pada kuasa Roh Kudus yang memperlengkapi gereja.
- Roh Kudus menyatukan gereja
Jika di Menara Babel manusia dipecah oleh perbedaan bahasa, maka di Pentakosta Roh Kudus menyatukan berbagai bangsa sehingga mereka dapat saling mengerti. Roh Kudus mempersatukan orang-orang yang berbeda menjadi satu tubuh Kristus. Orang-orang yang berbeda-beda bisa bersatu karena Roh Kudus memenuhi gereja.
- Roh Kudus mengutus gereja
Tujuan Roh Kudus memenuhi gereja adalah agar gereja memberitakan perbuatan-perbuatan besar Allah. Ketika gereja diperlengkapi dan dipersatukan oleh Roh Kudus, banyak orang akan datang kepada Tuhan karena melihat pekerjaan Tuhan nyata di tengah gereja.
Ketika Petrus berkhotbah pada hari Pentakosta, banyak orang tersentuh dan bertanya, “Apakah yang harus kami perbuat?” Petrus menjawab: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” Jadi, cara mengalami kepenuhan Roh Kudus adalah melalui pertobatan, hidup dalam Kristus, dan membuka hati bagi pekerjaan Roh Kudus.