Hits: 0
Hari ini teks khotbah diambil dari Mazmur 119:105. Mazmur 119 adalah mazmur paling panjang dalam kitab Mazmur (176 ayat) dan pasal terpanjang dalam kitab Mazmur dan dalam semua kitab Alkitab. Mazmur 119 adalah karya literer (sastra) yang indah. Mazmur 119 dikenal karena menggunakan gaya penulisan akrostik (menggunakan urutan alfabet Ibrani). Suatu tulisan menggunakan gaya akrostik berarti setiap unit (kalimat/stanza) dimulai dengan huruf dalam alfabet Ibrani secara berurut. Mazmur ini terdiri dari 22 stanza/bait sesuai dengan 22 konsonan Ibrani di mana tiap stanza terdiri dari 8 ayat yang semua dimulai dengan alfabet yang sama.
Mazmur 119 hanya memiliki hanya satu tema, yaitu hukum/ajaran dari Tuhan. Inti isi Mazmur 119 adalah kecintaan yang mendalam pada hukum/ajaran Tuhan. Kecintaan ini berangkat dari pengakuan betapa agungnya hukum Tuhan (sesuai dengan karakter nyanyian hikmat). Jadi seluruh Mazmur 119, keseluruhan 176 ayat/kalimat, mengagungkan hukum Tuhan dan mengungkapkan kecintaan kepada firman Tuhan (lihat misalnya: Mazmur 119:97 dan 119:105)
Pagi ini kita akan memelajari Mazmur 119:105 yang merupakan bagian dari bait ke-14 (Mazmur 105-112). Mazmur 119:105 adalah ayat yang terdiri dari dua kalimat. “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”. Dalam puisi, dua kalimat ini adalah seperti dua bunyi dari sistem “speaker stereo”, yaitu bunyi speaker kanan dan speaker kiri, yang membunyikan hal yang sama dan saling menguatkan bunyi atau membuat bunyi (maknanya) menjadi jelas. Artinya kedua kalimat pada dasarnya memiliki pesan yang sama dan paralel (sejajar): Firman-Mu itu adalah pelita//terang dan bagi kaki/jalan.
Lalu, apa arti Mazmur 119:105? Sebagai pendahuluan: Yang dimaksud Firman Allah dalam arti semua perkataan yang berasal dari Tuhan. Secara lebih spesifik, firman Allah ini dapat berupa ajaran dan peraturan/hukum yang memberikan nasihat, aturan (hukum), penghiburan/penguatan, dll. Firman Allah ini telah tertulis semuanya dalam Alkitab. Pagi ini kita akan melihat beberapa hal yang dapat dipelajari (refleksi) dari Mazmur 119:105 ini. Ada dua hal yang dapat dipelajari.
Pertama, Firman Allah adalah mutlak perlu. Firman Allah adalah keniscayaan (mutlak perlu) dalam kehidupan umat Allah. Firman Tuhan digambarkan seperti senter/lampu yang menuntun perjalanan. Dalam Alkitab dan secara umum, hidup dapat digambarkan sebagai sebuah perjalanan (life is a journey). Dalam perjalanan, khususnya pada malam hari, orang membutuhkan penerang untuk memandu jalannya supaya tidak terantuk batu, masuk ke lubang, atau bahkan supaya jangan berjalan pada arah yang salah. Dengan kata lain, fungsi “terang//pelita” dari firman Tuhan adalah menerangi supaya tidak berjalan dalam kegelapan. Jalan kegelapan akan membawa kemalangan atau celaka. Dengan adanya firman Allah yang berfungsi sebagai terang, kita tidak akan terantuk jalannya dan tidak akan tersandung dan celaka karena jalannya terang.
Kedua, Firman Allah Tuhan itu manis. “Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku. (Mzm. 119:103 TB).” Firman Allah memiliki “manfaat” untuk kita dan membuat hidup menjadi baik. Firman Allah akan menuntun kita pada jalan yang benar, jalan yang dikehendaki dan berkenan kepada Tuhan (bdk. Mazmur 119:9). Firman Allah memberikan kepastian dan keamanan dalam melangkah menjalani hidup. Firman Allah adalah ajaran dari Allah, perkataan Allah yang Maha Kuasa. Karena Allah adalah yang Maha Tahu dan Maha Baik, pasti firman Allah tersebut adalah untuk kebaikan kita dan akan membawa kebaikan bagi kita. Dengan menaati firman Allah kita dipimpin oleh Allah sendiri. Karena itu jalan kita akan terjamin keamanan dan kepastiannya kepada jalan yang benar (bdk. 2 Timotius 3:16).
Catatan akhir, Yesus mengajarkan bahwa seluruh firman Allah (hukum atau perintah) telah digenapi dalam dua hukum kasih (Mat. 22:37-40): kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama. Dalam masa sekarang, firman Allah yaitu perintah dan ajaran yang ada dalam Alkitab tetap penting untuk dipelajari dan menjadi cermin bagaimana kita harus hidup sesuai dengan kehendak Allah. Namun, semua perintah ini harus diuji oleh dasar kasih dan dilakukan dengan dasar kasih.
Mazmur 119:105 “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”. Firman Allah adalah mutlak perlu dalam hidup kita dan Firman Allah adalah manis bagi kita. Firman Allah dapat menuntun kita kepada jalan kehidupan, bukan kecelakaan. Karena itu, biarlah kita mau dipimpin oleh Firman Allah dalam perjalanan hidup kita. Untuk itu haruslah kita dengan rajin dan setia membaca firman Allah dan menaatinya supaya hidup kita dapat berjalan pada jalan kehendak Tuhan dan kita memiliki kepastian dan keamanan dalam menjalani hidup kita. Kelompok “JIA” bertujuan mendorong kita menjadikan Firman Tuhan sungguhnya-sungguh sebagai terang dan penuntun hidup kita. Caranya adalah dalam sharing kita berbagi bagaimana kita menerapkan firman Tuhan dalam keseharian kita: kantor, sekolah, gereja, keluarga, dll.