Hits: 0
Dalam hari Mama tahun ini kita akan merenungkan peran perempuan termasuk mama secara khususnya, bagaimana untuk terus Tuhan pakai dalam pekerjaan-Nya yang indah. Dalam banyak budaya, perempuan sering dianggap “di belakang layar”, bahkan sampai pada masa seperti saat ini. Begitu juga di dalam masa Alkitab dituliskan, tetapi di Hakim-Hakim 4, perempuan menjadi tokoh utama dalam karya keselamatan Tuhan lewat kesetiaannya.
Tuhan memakai Debora dan Yael dalam bagian firman Tuhan ini menjadi saluran berkat bagi bangsa Israel. Sebagai hakim perempuan, Debora bangkit mendengar dan Tuhan mulai berbicara kepada mereka. Debora tidak hanya “menunggu”, tetapi aktif mendengar dan menyampaikan suara Tuhan. Selain itu Debora juga bangkit untuk percaya dan di situlah Tuhan mulai bekerja. Keraguan Barak saat itu tidak membuat Debora mundur tetapi ia tetap maju. Di sinilah kita melihat Tuhan bekerja ketika kaum perempuan tetap melangkah dalam iman dan bukan dalam ketakutan.
Selanjutnya kita melihat juga ada Yael yang bangkit bertindak, Tuhan menggenapkan rencana-Nya. Yael di sini bukan tokoh utama atau besar, ia bukan pemimpin dan tentara. Namun, di saat momen tepat datang, ia bertindak apa yang dia anggap benar di hadapan Tuhan. Apa yang menjadi tindakannya sungguh menggambarkan tidak ada ketaatan yang kecil di mata Tuhan.
Terakhir, dengan Yael yang bangkit setia, Tuhan pun mengubahkan generasi. Kebangkitan satu perempuan yang setia bisa berdampak pada keluarga, pada generasi, bahkan kepada bangsa. Di sini kita bisa melihat apa yang kaum perempuan atau secara khusus mama lakukan hari ini bisa menjadi warisan rohani bagi anak-anak di masa depan.
Pada hari mama yang indah ini, mari bersama kita tidak melihat diri kita adalah sosok pribadi yang hanya di belakang layar saja, yang tidak mampu memberikan dampak yang besar. Melalui catatan Alkitab akan Debora dan Yael, kita dapat melihat bahwa Tuhan dapat memakai kaum perempuan dan secara khusus para mama sungguh dapat berpengaruh yang besar bahkan mempengaruhi sebuah generasi. Ketika perempuan bangkit bukan dalam kekuatannya, tetapi dalam Tuhan – di situlah Tuhan bekerja, menolong, dan menggenapkan rencana-Nya yang terindah.