Hits: 10

Pandemi kali ini telah membuat kita semua menghadapi kesulitan besar, tapi yang terpenting adalah pelajaran apa yang telah kita petik dari hal-hal yang terjadi ini. Apa yang akan terjadi besok tidak ada yang tidak tahu, karena itu kita harus memikirkan apa yang membuat kita memiliki jaminan dalam hidup ini dan pengharapan yang akan datang.

Mari kita renungkan hal ini melalui kehidupan Abraham dari bagian firman Tuhan di atas. Dari Kejadian 12:1-3, kita dapat melihat bahwa hal pertama dan terpenting adalah mengevaluasi kembali iman kita dan milikilah hubungan yang harmonis dengan Tuhan. Ini adalah awal dari kehidupan Abraham. Abraham dibesarkan di lingkungan penyembahan berhala di Ur. Dia terus bergumul apakah hal ini yang dia inginkan dan genggam selama hidupnya. Karena berhala adalah buatan manusia. Tuhan tahu pergumulan Abraham, maka berfirman kepadanya: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. Tuhan ingin Abraham melepaskan semua ini dan mengevaluasi kembali imannya. Membawa keluarganya pergi dari tempat asalnya, sanak saudaranya, dan rumah ayahnya ke suatu tempat yang tidak diketahuinya. Meskipun ini adalah hal yang tidak logis, tapi Abraham menaati Tuhan dan memutuskan untuk meninggalkan tempat itu. Ini adalah pilihan terpenting dalam hidup Abraham, tetapi ini adalah pilihan yang tepat. Ketika dia pergi, Tuhan berkata : “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.”

Mengapa Abraham dipanggil untuk meninggalkan semua itu? Akhirnya kita menemukan bahwa Abraham menjadi nenek moyang dari Juru selamat Yesus Kristus. Dari sini kita melihat satu hal, meninggalkan yang lama untuk menerima yang baru, yaitu Juru Selamat. Tuhan memanggil Abraham untuk menjadikannya nenek moyang Yesus Kristus, Juruselamat. Apa yang disebut harmoni dengan Tuhan berarti untuk kembali kepada Sang Pencipta, harus melalui darah dan keselamatan dalam Yesus Kristus. Hanya Dia yang dapat memberikan jaminan ini kepada kita, ini bukan hanya pengharapan untuk hidup masa kini, tapi juga memiliki hidup kekal di masa yang akan datang. Jadi kehidupan yang harmonis adalah memiliki hubungan baru dengan Tuhan. Yesus Kristus dapat menjadi Juruselamat kita, karena Dia tidak hanya lahir dan mati, tapi juga dibangkitkan pada hari ketiga. Kita semua membutuhkan Juruselamat ini.

Langkah selanjutnya adalah belajar memberikan apa yang Tuhan kehendaki. Dalam Kejadian 22, Tuhan meminta Abraham untuk mempersembahkan anaknya yang tunggalnya, yang dia kasihi yaitu Ishak kepada-Nya. Mengapa Tuhan mempersulit Abraham? Secara pikiran dan perasaan orang sulit melakukan hal ini. Dan Tuhan sendiri yang berinisiatif menampakkan diri kepada Abraham dan berjanji memberikan anak ini kepadanya. Sekarang setelah anak itu tumbuh dewasa, dan Abraham telah mengasihinya. Mengapa Tuhan memberikan permintaan seperti ini? Dari sini, kita melihat satu hal yang sangat penting, ketika kita meresponi panggilan Tuhan untuk menjadi orang yang diselamatkan, ini adalah awal dan hal terpenting bagi kita untuk harmonis dengan Tuhan. Kemudian Tuhan ingin kita menjadi teman akrab-Nya. Teman akrab ini harus dibuktikan dengan persembahan. 18:17 Berpikirlah TUHAN: “Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini? Dapat dilihat bahwa Abraham tidak hanya memiliki hubungan yang harmonis dengan Tuhan, tetapi dia dan Tuhan adalah teman akrab. Karena itu, ketika Tuhan meminta Abraham untuk mempersembahkan Ishak, dia tanpa mempertimbangkannya membawa anaknya ke gunung untuk dipersembahkannya kepada Tuhan.

Kita tidak bisa hidup tanpa Tuhan, tetapi bagaimana hubungan kita dengan Tuhan? Dari hubungan sebagai Juru selamat menjadi teman akrab, kita memahami kehendak Tuhan dan apa yang dikehendaki-Nya. Tuhan berfirman: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri — demikianlah firman TUHAN –: Karena engkau telah berbuat demikian, memberikan yang terbaik kepada-Ku, aku akan memberkati keturunanmu, maka oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. (Kejadian 22:16-18)