Hits: 2

Bagian Alkitab yang kita renungkan hari ini diambil dari Wahyu 20:7-15 yang melanjutkan bagian renungan minggu yang lalu. Pada minggu yang lalu kita merenungkan bagian firman Tuhan yang memberikan kepastian kepada kita sebagai umat pemenang yang akan bersama-sama dengan Kristus mengadili. Akan tetapi, lanjutan bacaan kita kali ini memberitahukan kepada kita apa yang menjadi nasib terakhir dari mereka yang tidak percaya kepada Tuhan.

Iblis dilepaskan untuk tetap mencobai dan menipu, akan tetapi yang memang sudah ada di dalam Tuhan pastinya akan tetap kuat menghadapinya. Tuhan yang berkuasa atas orang percaya, dengan tindakan-Nya yang sederhana bahkan dengan perkataan-Nya saja pasti dapat mengalahkan Iblis. Walaupun dengan semua pasukannya, yang dalam bagian firman Tuhan ini digambarkan dengan Gog dan Magog, kuasa Tuhan tetaplah lebih besar dari mereka. Sampai pada akhirnya, iblis juga akan dihukum selamanya! Pada saat itu jugalah akan ada Takhta Putih yang akan menghakimi seluruh orang yang tidak percaya, tidak ada seorang pun yang dapat luput dari takhta penghakiman ini (besar dan kecil). Dengan adanya kitab-kitab dan Kitab Kehidupan akan memastikan siapa saja yang akan masuk ke dalam penghukuman terakhir, kematian dari kematian! Disanalah penderitaan, kesesakan, ratap, kertak gigi, kebinasaan selamanya, dan dapur api. Itulah sebabnya Yohanes mengharapkan mereka semuanya tetap ada di dalam iman percaya kepada Tuhan dan tetap tercatat di dalam Kitab Kehidupan dan tercatat baik dalam kitab-kitab.

Bagi kita saat ini yang memang juga ada di dalam akhir jaman, kiranya kita mau terus hidup mempertahankan iman kita sampai pada akhirnya, menjadi umat pemenang. Penghakiman yang Tuhan berikan adalah atas dasar inisiatif-Nya dan ada tanggung jawab dari manusia sendiri, akan tetapi tetap otoritas utama kembali kepada-Nya. Di sisi yang lain kita juga mau mengingat supaya kita pun juga mau mengambil tanggung jawab menyampaikan kabar baik kepada orang-orang yang ada di sekitar kita sehingga mereka dapat terluput dari hukuman kekal. Kita harus senantiasa mengingat “kekudusan Allah menghukum orang berdosa dan mengganjar orang-orang yang kudus”.